The UN Food and Agriculture Organization reports that about 815 million people from 7.6 billion people in the world or 10.7% suffer from chronic malnutrition by 2016. Almost all hungry people live in developing countries, and there are 11 million people malnourished in the country advanced.
There are two basic types of malnutrition / malnutrition, the first and most important of which is protein energy malnutrition (PEM). This is basically a lack of calories and protein. Food is converted to energy by humans, and the energy contained in foods is measured with calories. Protein is necessary for major body functions including provision of essential amino acids and muscle development and maintenance. Malnutriton energy protein is a more lethal form of malnutrition / famine and is a type of malnutrition called when world hunger is discussed.
Most hungry people live in developing countries, who see a 42 percent decline in the prevalence of malnourished people between 1990-92 and 2012-14. Despite progress, about one in eight people or 13.5 percent of the total population still suffers from chronic malnutrition in the region, down from 23.4 percent in 1990-92. Some of the most densely populated areas in the world, Asia is home to two of the three malnourished people in the world.
Famine continues to take the biggest casualties in terms of the number of people affected in South Asia covering the countries of India, Pakistan and Bangladesh. Estimates of 276 million people with chronic malnutrition in 2014-16 were only slightly lower than those in 1990-92. East Asia (where China is by far the largest country) and Southeast Asia (including Indonesia, the Philippines, Myanmar, Vietnam, and others) have reduced malnutrition.
The year 2015 marks the end of the monitoring period for two internationally agreed targets to reduce hunger. The target for the Millennium Development Goals for developing countries as a whole is to halve the proportion of hungry by 2015 from the base year (1990s) or from 23.2% to 6.6%. Because the proportion in 2014-16 is 12.9% where the goal is almost achieved. While East Asia, Southeast Asia, and Latin America and the Caribbean region have reached the goal.
These problems globally are climate change disruptions such as droughts and floods, as well as political crises and severe economic downturns in commodity-dependent countries.
The farmer transformation program can be an example of a rural Entrepreneurship program for Heifer International's Heifer International Agriculture Cooperation, committed to rebuilding communities in rural areas and increasing economic opportunities.
Farmers must be developed appropriately so that small farmers can meet their needs and prepare to produce food in the face of rapid population growth.
Sumber :
https://www.worldhunger.org/2015-world-hunger-and-poverty-facts-and-statistics/
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Sunday, 22 April 2018
Monday, 5 March 2018
Self-Description (Tugas B. Inggris Bisinis 2)
My name is Rizki Arif Darmawan, I'm running life on the
bench lectures last semester. I am indifferent, quiet, and sometimes cool.
Currently I am undergoing the final semester at Gunadarma University that means
this semester is the semester of the students with thesis as a graduation
requirement. Since I did not get the SK automatically, I was on the proposal
for SK thesis.
My goal The world is this lecture because I am not ready
to enter the work world, but I also want to develop my knowledge during the
vocational school. Therefore I choose to enter the world of college directly
into the world of work.
The disadvantage I have is first, I am so lacking in
memorization so I forget to remember something. The second that I have not been
able to do coding, the second reason is still associated with the first is easy
to forget remembering the coding. My dream to enter the world of this lecture I
want to work in offices that use shirt neatly. That's what I dreamed about in
the world of work for a long time.
Tuesday, 2 January 2018
Kerangka Kerja, Manfaat dan Pengguna COBIT
Kerangka Kerja COBIT
Kerangka kerja COBIT terdiri atas beberapa
arahan/pedoman, yakni:
·
Control Objectives
Terdiri atas 4 tujuan
pengendalian tingkat-tinggi (high-level control objectives) yang terbagi dalam
4 domain, yaitu : Planning & Organization , Acquisition
& Implementation , Delivery & Support , dan Monitoring
& Evaluation.
·
Audit Guidelines
Berisi sebanyak 318
tujuan-tujuan pengendalian yang bersifat rinci (detailed control
objectives) untuk membantu para auditor dalam memberikan management
assurance dan/atau saran perbaikan.
·
Management Guidelines
Berisi arahan, baik
secara umum maupun spesifik, mengenai apa saja yang mesti dilakukan, terutama
agar dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut :
Ø Sejauh mana TI harus
bergerak atau digunakan, dan apakah biaya TI yang dikeluarkan sesuai dengan
manfaat yang dihasilkannya.
Ø Apa saja indikator untuk
suatu kinerja yang bagus.
Ø Apa saja faktor atau
kondisi yang harus diciptakan agar dapat mencapai sukses ( critical
success factors ).
Ø Apa saja risiko-risiko
yang timbul, apabila kita tidak mencapai sasaran yang ditentukan.
Ø Bagaimana dengan
perusahaan lainnya, apa yang mereka lakukan.
Ø Bagaimana mengukur
keberhasilan dan bagaimana pula membandingkannya.
Manfaat dan Pengguna COBIT
Secara manajerial target pengguna COBIT dan
manfaatnya adalah :
·
Direktur dan Eksekutif
Untuk memastikan
manajemen mengikuti dan mengimplementasikan strategi searah dan sejalan dengan
TI.
·
Manajemen
Ø Untuk mengambil
keputusan investasi TI.
Ø Untuk keseimbangan
resiko dan kontrol investasi.
Ø Untuk benchmark
lingkungan TI sekarang dan masa depan.
·
Pengguna
Untuk memperoleh jaminan
keamanan dan control produk dan jasa yang dibutuhkan secara internal maupun
eksternal.
·
Auditors
Ø Untuk memperkuat opini
untuk manajemen dalam control internal.
Ø Untuk memberikan saran
pada control minimum yang diperlukan.
Sumber :
Thursday, 2 November 2017
Strategi Pengujian Perangkat Lunak
Strategi Pengujian Perangkat Lunak adalah metode
pengujian software yang mengintegrasikan metode desain kasus pengujian software
kedalam langkah-langkah perencanaan yang tersusun rapi sehingga menghasilkan
konstruksi software yang sukses.
Jenis pengujian yang dapat dilakukan adalah :
1.
Pengujian Unit Program
Pengujian ini difokuskan pada
unit terkecil dari suatu modul program. Dilaksanakan dengan menggunakan driver
dan stub. Driver adalah suatu program utama yang berfungsi mengirim atau
menerima data kasus uji dan mencetak hasil dari modul yang diuji. Stub adalah
modul yang menggantikan modul sub-ordinat dari modul yang diuji.
2.
Pengujian Integrasi
Pengujian integrasi adalah teknik
yang sistematis untuk penyusunan struktur program, pada saat dikerjakan uji
coba untuk memeriksa kesalahan yang nantinya digabungkan dengan interface.
3.
Pengujian Validasi
Pengujian validasi dikatakan
berhasil bila fungsi yang ada pada perangkat lunak sesuai dengan yang
diharapkan pemakai. Validasi perangkat lunak merupakan kumpulan seri uji coba
black box yang menunjukkan sesuai dengan yang diperlukan.
4.
Pengujian Sistem
Perangkat lunak digabungkan
dengan elemen sistem lainnya dan rentetan perpaduan sistem dan validasi tes
dilakukan. Jika uji coba gagal dari proses daur siklus pengembangan sistem,
langkah yang diambil selama perancangan dan pengujian dapat diperbaiki.
Faktor Pengujian Perangkat Lunak
Faktor pengujian adalah hal-hal yang harus diperhatikan
selama pengujian. Terdapat 15 faktor didalam pengujian, tetapi tidak semua
faktor yang mungkin digunakan, hal ini tergantung pada sistem yang diuji.
Faktor-faktor pengujian :
1.
Reliability
Menekankan bahwa aplikasi akan
dilaksanakan dalam fungsi sesuai yang diminta dalam periode waktu tertentu.
2.
Authorization
Menjamin data diproses sesuai
dengan ketentuan manajemen. Authorisasi menyangkut proses transaksi secara umum
dan khusus.
3.
File Integrity
Menekankan pada data yang
dimasukkan melalui aplikasi akan tidak bisa diubah.
4.
Audit Trail
Menekankan pada kemampuan untuk
mendukung proses yang terjadi. Pemrosesan data secara keseluruhan berdasarkan
retensi dari kejadian yang cukup mendukung keakuratan, kelengkapan, batas waktu
dan otorisasi data.
5.
Continuity of processing
Menekankan kemampuan untuk
meneruskan proses, ketika terjadi suatu permasalahan dengan menetapkan prosedur
yang diperlukan dan back-up informasi untuk melindungi operasi yang mungkin
hilang karena masalah tersebut.
6.
Service Levels
Menekankan bahwa hasil yang
diinginkan didapat dalam waktu yang diinginkan oleh user.
7.
Access Control
Menekankan sumber daya sisrem
harus dilindungi dari kemungkinan modifikasi, pengrusakan, penyalahgunaan dan
prosedur keamanan harus dijalankan secara penuh untuk menjamin integritas data
dan program aplikasi.
8.
Metodology
Menekankan bahwa aplikasi
dirancang sesuai dengan strategi organisasi, kebijaksanaan, prosedur, dan
standar. Permintaan tersebut harus diidentifikasikan, diimplementasikan dan
dipelihara sesuai dengan permintaan aplikasi.
9.
Correctness
Menjamin data yang dimasukkan,
proses dan output yang dihasilkan dari aplikasi harus akurat dan lengkap.
10.
Ease of use
Menekankan perluasan usaha yang
diminta untuk belajar, mengoperasikan dan menyiapkan inputan, dan
menginterpretasikan output dari sistem.
11.
Maintanable
Usaha yang diminta untuk
menalokasi dan memperbaiki suatu error dalam pengoperasian sistem. Error dalam
hal defect sistem dan salah mengartikan keinginan user.
12.
Portable
Usaha yang diminta untuk
mengirimkan program dari satu konfigurasi H/W dan atau lingkungan sistem
software ke lingkungan yang lain.
13.
Coupling
Usaha yang diminta untuk
menghubungkan komponen di dalam sistem aplikasi dan dengan sistem aplikasi yang
lain dalam lingkungan pemrosesan.
14.
Performance
Jumlah perhitungan sumber daya
dan kode yang diminta sistem untuk melakukan fungsinya, termasuk ke dalamnya
kerja manual dan otomatis.
15.
Ease of operations
Sejumlah usaha yang diminta
untuk mengintegrasikan sistem ke dalam lingkungan operasi dan lingkungan sistem
aplikasi berupa prosedur manual dan otomatisasi.
Teknik Pengujian Perangkat Lunak
Pengujian perangkat lunak adalah elemen kritis dari
jaminan kualitas perangakat lunak dan merepresentasikan kajian pokok dari
spesifikasi, desain dan pengkodean. Pentingnya pengujian perangkat lunak dan
implikasinya yang mengacu pada kualitas perangkat lunak tidak dapat terlalu
ditekan karena melibatkan sederetan aktivitas produksi dimana peluang
terjadinya kesalahan manusia sangat besar dan karena ketidakmampuan manusia
untuk melakukan dan berkomunikasi dengan sempurna maka pengembangan perangkat
lunak diiringi dengan aktivitas jaminan kualitas.
Terdapat 3 metode pengujian dalam perangkat lunak yang
terdiri dari :
1.
White box testing
White box testing adalah cara
pengujian dengan melihat ke dalam modul untuk meneliti kode-kode program yang
ada dan menganalisis apakah ada kesalahan atau tidak. Dengan menggunakan metode
pengujian white box, perekayasa sistem dapat melakukan test case yang :
Ø Memberikan jaminan
bahwa semua jalur independen pada suatu modal telah digunakan, paling tidak
satu kali.
Ø Menggunakan semua
keputusan logis pada sisi true dan false.
Ø Mengeksekusi semua
loop pada batasan mereka dan batas operasional mereka.
Ø Menggunakan
struktur data internal untuk menjamin validitasnya.
2.
Black box testing
Black box testing merupakan
metode pelengkap dari White box testing yang mana Black box testing berfokus
pada kebutuhan fungsional dari perangkat lunak. Pengujian Black box bukan
merupakan alternatif dari teknik White box, tetapi merupakan pendekatan
komplementer yang kemungkinan besar mampu mengungkap kelas kesalahan daripada
metode White box. Pengujian Black box berusaha menemukan kesalahan dalam
kategori sebagai berikut :
Ø Fungsi-fungsi yang
tidak benar atau hilang
Ø Kesalahan interface
Ø Kesalahan dalam
struktur data atau akses database eksternal
Ø Kesalahan kinerja
Ø Inisialisasi dan
kesalahan terminasi
3.
Gray box testing
Gray box testing adalah metode
pengujian perangkat lunak kombinasi dari Black box testing dan White box
testing. Dalam Black box testing, struktur internal dari item yang sedang diuji
tidak diketahui tester, sedangkan White box testing, struktur internal dikenal.
Gray box berusaha menggabungkan kedua metode diatas, mengambil kelebihan
keduanya, mengurangi kekurangan keduanya.
SDLC (System Development Life Cycle)
SDLC (System
Development Life Cycle) merupakan tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan
oleh analis sistem dan programmer dalam membangun sistem informasi. Konsep SDLC
mendasari berbagai jenis metodologi pengembangan perangkat lunak.
SDLC (System Development Life Cycle) memiliki beberapa tahapan yang
terdiri dari Perencanaan Sistem, Analisis Sistem, Perancangan Sistem,
Implementasi Sistem, dan Pemeliharaan Sistem. Siklus SDLC dijalankan secara
berurutan mulai dari langkah pertama hingga langkah terakhir, apabila
dikerjakan secara sembarang atau tidak berurut maka akan terjadi suatu
kebingungan dalam membangun sistem dan akan menimbulkan terbuangnya waktu
pengerjaan serta hasil yang kurang maksimal.
Berikut ini adalah tahapan-tahapan
SDLC :
1.
Perencanaan Sistem
Fase perencanaan adalah sebuah proses dasar untuk
memahami mengapa sebuah sistem harus dibangun. Pada fase ini diperlukan analisa
kelayakan dengan mencari data atau melakukan proses information gathering
kepada pengguna.
2.
Analisa Sistem
Fase analisa adalah penelitian atas sistem yang telah ada
dengan tujuan untuk merancang sistem baru atau memperbaharui sistem yang sudah
ada.
3.
Perancangan Sistem
Fase perancangan adalah proses penentuan cara kerja
sistem dalam hal architechture design, interface design, database dan
spesifikasi file, dan program design.
4.
Implementasi Sistem
Fase implementasi adalah proses pembangunan dan pengujian
sistem, instalasi sistem, dan rencana dukungan sistem.
5.
Pemeliharaan Sistem
Fase pemeliharaan adalah menjaga sistem tetap mampu
beroperasi secara benar melalui kemampuan sistem dalam mengadaptasi diri sesuai
dengan kebutuhan, fase ini dilakukan oleh admin.
Wednesday, 1 November 2017
ACL Software Tools
Fitur dan kemampuan ACL
Software Tools:
1.
Universal
Data Access,
yaitu dapat mengakses data dari hampir semua jenis database yang
ada (DBF, XLS, Text File, report file, Oracle, SQL, DB2, AS/400 FDF, COBOL,
dsb) dan semua platform(PC, minicomputer, dan mainframe).
2.
Jumlah
Data Besar,
yaitu kemampuan dalam mengakses dan memproses data dalam jumlah yang sangat
besar (hingga ratusan juta record).
3.
Kecepatan
Waktu Proses,
kemampuannya untuk memproses dalam waktu yang singkat walaupun data yang
diproses dalam jumlah yang besar.
4.
Integritas
Data,
dengan kemampuan mengakses database 100% (tanpa metode sampling)
serta data yang bersifat Read Only yang dapat menjamin
orisinalitas, keamanan dan integritas data untuk pengolahan menjadi informasi
yang bermanfaat bagi user dan manajemen.
5.
Automasi, pembuatan aplikasi audit yang
sangat cepat dan mudah untuk melakukan automasi analisis data untuk efisiensi
proses kerja.
6.
Multi
File Process,
dapat digunakan untuk menangani beberapa file sekaligus, tanpa mengganggu
operasional teknologi informasi yang dijalankan oleh perusahaan.
7.
Log
File Navigation,
dilengkapi dengan log file untuk pencatatan proses analisis
yang telah dilakukan sehingga menghasilkan suatu audit trail yang
komprehensif.
8.
Fungsi
Analisis yang Lengkap,
dilengkapi fungsi-fungsi analisis yang sangat lengkap yang dapat dengan mudah
dikombinasikan dalam menghasilkan temuan-temuan yang tidak pernah terkirakan
sebelumnya.
9.
Pelaporan
yang Handal,
kemudahan untuk merancang laporan yang handal sarat informasi yang bermanfaat
serta dapat dikirimkan secara otomatis via email atau integrasi ke dalam software aplikasi Crystal
Report.
10. IT Audit, kemudahan dalam menguji integritas
data dan menganalisis data yang ada di dalam database ataupun
menganalisis user-user yang telah masuk ke dalam suatu
jaringan/network.
UNSUR-UNSUR UTAMA DATA ANALISIS ACL
1.
Commands
Command pada ACL merupakan perintah analisis standar yang ada
pada ACL seperti perintah statistik. Stratify (menstratifikasi), Aging (umur) dsb. Perintah tersebut
dapat menghasilkan output dalam bentuk file, screen(layar), print dan grafik.
2.
Expressions (Ekspresi)
Expressions adalah pernyataan yang digunakan terutama untuk
membuat filter dan computed fields. Melakukan perhitungan,
menentukan kondisi logis, atau menciptakan nilai-nilai yang tidak ada pada data file.
Expressions dapat diberi nama dan disimpan sebagai bagian dari suatu proyek
atau digunakan langsung.
- Filter adalah ekspresi logika yang memungkinkan Anda memilih jenis
data yang Anda ingin lihat. Sebagai contoh, Anda dapat membuat Filter yang
memilih hanya records yang berada dalam rentang tanggal tertentu.
- Computed Fields adalah dikenal juga sebagai calculated field, adalah
virtual field yang menggunakan data yang berasal dari ekspresi atau
variabel tertentu. Ini tidak berisi data fisik. Sebagai contoh, Anda dapat
membuat sebuah field baru yang merupakan hasil dari nilai-nilai di dua
field lainnya. Anda juga dapat menyisipkan ke dalam tabel nilai tertentu
seperti suku bunga atau kondisi logis..
3.
Function
Function adalah
sesuatu yang pasti yang sudah ada dalam function di ACL dengan menggunakan
variabel, untuk melaksanakan suatu perhitungan atau perintah atas data yang
telah ditetapkan.
4.
Variable
v Interface
ACL
Pada saat pertama membuka ACL, anda akan
dihadapkan layar seperti dibawah ini, dengan tampilan Welcome Tab, Project
Navigator, dan Status Bar.
v Welcome
Tab
Welcome Tab merupakan tampilan yang menunjukan
macam-macam project yang pernah dibuat dan disimpan di ACL. Karena sistem ACL
sudah menggunakan sistem seperti di website, jadi anda tinggal mengklik untuk
memilihnya.
v Project
Navigator
Project Navigator merupakan tampilan dimana
Tabel dan Log sedang dalam pengerjaan dalam suatu project di ACL.
v Status
Bar
Tampilan Status Bar menunjukan informasi tentang
tabel yang sedang dibuka, termasuk nama tabel tersebut, number record, dan
tampilan filter jika sedang diaktifkan.
Sumber :
Subscribe to:
Posts (Atom)