Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Sunday, 22 April 2018

End World Hunger

     The UN Food and Agriculture Organization reports that about 815 million people from 7.6 billion people in the world or 10.7% suffer from chronic malnutrition by 2016. Almost all hungry people live in developing countries, and there are 11 million people malnourished in the country advanced.

     There are two basic types of malnutrition / malnutrition, the first and most important of which is protein energy malnutrition (PEM). This is basically a lack of calories and protein. Food is converted to energy by humans, and the energy contained in foods is measured with calories. Protein is necessary for major body functions including provision of essential amino acids and muscle development and maintenance. Malnutriton energy protein is a more lethal form of malnutrition / famine and is a type of malnutrition called when world hunger is discussed.

     Most hungry people live in developing countries, who see a 42 percent decline in the prevalence of malnourished people between 1990-92 and 2012-14. Despite progress, about one in eight people or 13.5 percent of the total population still suffers from chronic malnutrition in the region, down from 23.4 percent in 1990-92. Some of the most densely populated areas in the world, Asia is home to two of the three malnourished people in the world.

     Famine continues to take the biggest casualties in terms of the number of people affected in South Asia covering the countries of India, Pakistan and Bangladesh. Estimates of 276 million people with chronic malnutrition in 2014-16 were only slightly lower than those in 1990-92. East Asia (where China is by far the largest country) and Southeast Asia (including Indonesia, the Philippines, Myanmar, Vietnam, and others) have reduced malnutrition.

     The year 2015 marks the end of the monitoring period for two internationally agreed targets to reduce hunger. The target for the Millennium Development Goals for developing countries as a whole is to halve the proportion of hungry by 2015 from the base year (1990s) or from 23.2% to 6.6%. Because the proportion in 2014-16 is 12.9% where the goal is almost achieved. While East Asia, Southeast Asia, and Latin America and the Caribbean region have reached the goal.

     These problems globally are climate change disruptions such as droughts and floods, as well as political crises and severe economic downturns in commodity-dependent countries.

     The farmer transformation program can be an example of a rural Entrepreneurship program for Heifer International's Heifer International Agriculture Cooperation, committed to rebuilding communities in rural areas and increasing economic opportunities.

     Farmers must be developed appropriately so that small farmers can meet their needs and prepare to produce food in the face of rapid population growth.


Sumber :

https://www.worldhunger.org/2015-world-hunger-and-poverty-facts-and-statistics/ 

Monday, 5 March 2018

Self-Description (Tugas B. Inggris Bisinis 2)

My name is Rizki Arif Darmawan, I'm running life on the bench lectures last semester. I am indifferent, quiet, and sometimes cool. Currently I am undergoing the final semester at Gunadarma University that means this semester is the semester of the students with thesis as a graduation requirement. Since I did not get the SK automatically, I was on the proposal for SK thesis.

My goal The world is this lecture because I am not ready to enter the work world, but I also want to develop my knowledge during the vocational school. Therefore I choose to enter the world of college directly into the world of work.


The disadvantage I have is first, I am so lacking in memorization so I forget to remember something. The second that I have not been able to do coding, the second reason is still associated with the first is easy to forget remembering the coding. My dream to enter the world of this lecture I want to work in offices that use shirt neatly. That's what I dreamed about in the world of work for a long time. 

Tuesday, 2 January 2018

Kerangka Kerja, Manfaat dan Pengguna COBIT

Kerangka Kerja COBIT
Kerangka kerja COBIT terdiri atas beberapa arahan/pedoman, yakni:
·         Control Objectives
Terdiri atas 4 tujuan pengendalian tingkat-tinggi (high-level control objectives) yang terbagi dalam 4 domain, yaitu : Planning & Organization , Acquisition & Implementation , Delivery & Support , dan Monitoring & Evaluation.
·         Audit Guidelines
Berisi sebanyak 318 tujuan-tujuan pengendalian yang bersifat rinci (detailed control objectives) untuk membantu para auditor dalam memberikan management assurance dan/atau saran perbaikan.
·         Management Guidelines
Berisi arahan, baik secara umum maupun spesifik, mengenai apa saja yang mesti dilakukan, terutama agar dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut :
Ø  Sejauh mana TI harus bergerak atau digunakan, dan apakah biaya TI yang dikeluarkan sesuai dengan manfaat yang dihasilkannya.
Ø  Apa saja indikator untuk suatu kinerja yang bagus.
Ø  Apa saja faktor atau kondisi yang harus diciptakan agar dapat mencapai sukses ( critical success factors ).
Ø  Apa saja risiko-risiko yang timbul, apabila kita tidak mencapai sasaran yang ditentukan.
Ø  Bagaimana dengan perusahaan lainnya, apa yang mereka lakukan.
Ø  Bagaimana mengukur keberhasilan dan bagaimana pula membandingkannya.
Manfaat dan Pengguna COBIT
Secara manajerial target pengguna COBIT dan manfaatnya adalah :
·         Direktur dan Eksekutif
Untuk memastikan manajemen mengikuti dan mengimplementasikan strategi searah dan sejalan dengan TI.
·         Manajemen
Ø  Untuk mengambil keputusan investasi TI.
Ø  Untuk keseimbangan resiko dan kontrol investasi.
Ø  Untuk benchmark lingkungan TI sekarang dan masa depan.
·         Pengguna
Untuk memperoleh jaminan keamanan dan control produk dan jasa yang dibutuhkan secara internal maupun eksternal.
·         Auditors
Ø  Untuk memperkuat opini untuk manajemen dalam control internal.
Ø  Untuk memberikan saran pada control minimum yang diperlukan.

Sumber :

Thursday, 2 November 2017

Strategi Pengujian Perangkat Lunak


Strategi Pengujian Perangkat Lunak adalah metode pengujian software yang mengintegrasikan metode desain kasus pengujian software kedalam langkah-langkah perencanaan yang tersusun rapi sehingga menghasilkan konstruksi software yang sukses.

Jenis pengujian yang dapat dilakukan adalah :

   1.      Pengujian Unit Program
Pengujian ini difokuskan pada unit terkecil dari suatu modul program. Dilaksanakan dengan menggunakan driver dan stub. Driver adalah suatu program utama yang berfungsi mengirim atau menerima data kasus uji dan mencetak hasil dari modul yang diuji. Stub adalah modul yang menggantikan modul sub-ordinat dari modul yang diuji.

   2.      Pengujian Integrasi
                  Pengujian integrasi adalah teknik yang sistematis untuk penyusunan struktur program, pada saat dikerjakan uji coba untuk memeriksa kesalahan yang nantinya digabungkan dengan interface.

   3.      Pengujian Validasi
Pengujian validasi dikatakan berhasil bila fungsi yang ada pada perangkat lunak sesuai dengan yang diharapkan pemakai. Validasi perangkat lunak merupakan kumpulan seri uji coba black box yang menunjukkan sesuai dengan yang diperlukan.

   4.      Pengujian Sistem

Perangkat lunak digabungkan dengan elemen sistem lainnya dan rentetan perpaduan sistem dan validasi tes dilakukan. Jika uji coba gagal dari proses daur siklus pengembangan sistem, langkah yang diambil selama perancangan dan pengujian dapat diperbaiki.

Faktor Pengujian Perangkat Lunak


Faktor pengujian adalah hal-hal yang harus diperhatikan selama pengujian. Terdapat 15 faktor didalam pengujian, tetapi tidak semua faktor yang mungkin digunakan, hal ini tergantung pada sistem yang diuji.

Faktor-faktor pengujian :

   1.      Reliability
Menekankan bahwa aplikasi akan dilaksanakan dalam fungsi sesuai yang diminta dalam periode waktu tertentu.

   2.      Authorization
Menjamin data diproses sesuai dengan ketentuan manajemen. Authorisasi menyangkut proses transaksi secara umum dan khusus.

   3.      File Integrity
Menekankan pada data yang dimasukkan melalui aplikasi akan tidak bisa diubah.

   4.      Audit Trail
Menekankan pada kemampuan untuk mendukung proses yang terjadi. Pemrosesan data secara keseluruhan berdasarkan retensi dari kejadian yang cukup mendukung keakuratan, kelengkapan, batas waktu dan otorisasi data.

   5.      Continuity of processing
Menekankan kemampuan untuk meneruskan proses, ketika terjadi suatu permasalahan dengan menetapkan prosedur yang diperlukan dan back-up informasi untuk melindungi operasi yang mungkin hilang karena masalah tersebut.

   6.      Service Levels
Menekankan bahwa hasil yang diinginkan didapat dalam waktu yang diinginkan oleh user.

   7.      Access Control
Menekankan sumber daya sisrem harus dilindungi dari kemungkinan modifikasi, pengrusakan, penyalahgunaan dan prosedur keamanan harus dijalankan secara penuh untuk menjamin integritas data dan program aplikasi.

   8.      Metodology
Menekankan bahwa aplikasi dirancang sesuai dengan strategi organisasi, kebijaksanaan, prosedur, dan standar. Permintaan tersebut harus diidentifikasikan, diimplementasikan dan dipelihara sesuai dengan permintaan aplikasi.

   9.      Correctness
Menjamin data yang dimasukkan, proses dan output yang dihasilkan dari aplikasi harus akurat dan lengkap.

   10.  Ease of use
Menekankan perluasan usaha yang diminta untuk belajar, mengoperasikan dan menyiapkan inputan, dan menginterpretasikan output dari sistem.

   11.  Maintanable
Usaha yang diminta untuk menalokasi dan memperbaiki suatu error dalam pengoperasian sistem. Error dalam hal defect sistem dan salah mengartikan keinginan user.

   12.  Portable
Usaha yang diminta untuk mengirimkan program dari satu konfigurasi H/W dan atau lingkungan sistem software ke lingkungan yang lain.

   13.  Coupling
Usaha yang diminta untuk menghubungkan komponen di dalam sistem aplikasi dan dengan sistem aplikasi yang lain dalam lingkungan pemrosesan.

   14.  Performance
Jumlah perhitungan sumber daya dan kode yang diminta sistem untuk melakukan fungsinya, termasuk ke dalamnya kerja manual dan otomatis.

   15.  Ease of operations

Sejumlah usaha yang diminta untuk mengintegrasikan sistem ke dalam lingkungan operasi dan lingkungan sistem aplikasi berupa prosedur manual dan otomatisasi.

Teknik Pengujian Perangkat Lunak


Pengujian perangkat lunak adalah elemen kritis dari jaminan kualitas perangakat lunak dan merepresentasikan kajian pokok dari spesifikasi, desain dan pengkodean. Pentingnya pengujian perangkat lunak dan implikasinya yang mengacu pada kualitas perangkat lunak tidak dapat terlalu ditekan karena melibatkan sederetan aktivitas produksi dimana peluang terjadinya kesalahan manusia sangat besar dan karena ketidakmampuan manusia untuk melakukan dan berkomunikasi dengan sempurna maka pengembangan perangkat lunak diiringi dengan aktivitas jaminan kualitas.

Terdapat 3 metode pengujian dalam perangkat lunak yang terdiri dari :

   1.      White box testing

White box testing adalah cara pengujian dengan melihat ke dalam modul untuk meneliti kode-kode program yang ada dan menganalisis apakah ada kesalahan atau tidak. Dengan menggunakan metode pengujian white box, perekayasa sistem dapat melakukan test case yang :
Ø  Memberikan jaminan bahwa semua jalur independen pada suatu modal telah digunakan, paling tidak satu kali.
Ø  Menggunakan semua keputusan logis pada sisi true dan false.
Ø  Mengeksekusi semua loop pada batasan mereka dan batas operasional mereka.
Ø  Menggunakan struktur data internal untuk menjamin validitasnya.

   2.      Black box testing

Black box testing merupakan metode pelengkap dari White box testing yang mana Black box testing berfokus pada kebutuhan fungsional dari perangkat lunak. Pengujian Black box bukan merupakan alternatif dari teknik White box, tetapi merupakan pendekatan komplementer yang kemungkinan besar mampu mengungkap kelas kesalahan daripada metode White box. Pengujian Black box berusaha menemukan kesalahan dalam kategori sebagai berikut :
Ø  Fungsi-fungsi yang tidak benar atau hilang
Ø  Kesalahan interface
Ø  Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal
Ø  Kesalahan kinerja
Ø  Inisialisasi dan kesalahan terminasi

   3.      Gray box testing


Gray box testing adalah metode pengujian perangkat lunak kombinasi dari Black box testing dan White box testing. Dalam Black box testing, struktur internal dari item yang sedang diuji tidak diketahui tester, sedangkan White box testing, struktur internal dikenal. Gray box berusaha menggabungkan kedua metode diatas, mengambil kelebihan keduanya, mengurangi kekurangan keduanya.

SDLC (System Development Life Cycle)


SDLC (System Development Life Cycle) merupakan tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan programmer dalam membangun sistem informasi. Konsep SDLC mendasari berbagai jenis metodologi pengembangan perangkat lunak.

            SDLC (System Development Life Cycle) memiliki beberapa tahapan yang terdiri dari Perencanaan Sistem, Analisis Sistem, Perancangan Sistem, Implementasi Sistem, dan Pemeliharaan Sistem. Siklus SDLC dijalankan secara berurutan mulai dari langkah pertama hingga langkah terakhir, apabila dikerjakan secara sembarang atau tidak berurut maka akan terjadi suatu kebingungan dalam membangun sistem dan akan menimbulkan terbuangnya waktu pengerjaan serta hasil yang kurang maksimal.

            Berikut ini adalah tahapan-tahapan SDLC :

  1.      Perencanaan Sistem
Fase perencanaan adalah sebuah proses dasar untuk memahami mengapa sebuah sistem harus dibangun. Pada fase ini diperlukan analisa kelayakan dengan mencari data atau melakukan proses information gathering kepada pengguna.

  2.      Analisa Sistem
Fase analisa adalah penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem baru atau memperbaharui sistem yang sudah ada.

  3.      Perancangan Sistem
Fase perancangan adalah proses penentuan cara kerja sistem dalam hal architechture design, interface design, database dan spesifikasi file, dan program design.

  4.      Implementasi Sistem
Fase implementasi adalah proses pembangunan dan pengujian sistem, instalasi sistem, dan rencana dukungan sistem.

  5.      Pemeliharaan Sistem

Fase pemeliharaan adalah menjaga sistem tetap mampu beroperasi secara benar melalui kemampuan sistem dalam mengadaptasi diri sesuai dengan kebutuhan, fase ini dilakukan oleh admin.

Wednesday, 1 November 2017

ACL Software Tools

Fitur dan kemampuan ACL Software Tools:

   1.      Universal Data Access, yaitu dapat mengakses data dari hampir semua jenis database yang ada (DBF, XLS, Text File, report file, Oracle, SQL, DB2, AS/400 FDF, COBOL, dsb) dan semua platform(PC, minicomputer, dan mainframe).

   2.      Jumlah Data Besar, yaitu kemampuan dalam mengakses dan memproses data dalam jumlah yang sangat besar (hingga ratusan juta record).

  3.      Kecepatan Waktu Proses, kemampuannya untuk memproses dalam waktu yang singkat walaupun data yang diproses dalam jumlah yang besar.

   4.      Integritas Data, dengan kemampuan mengakses database 100% (tanpa metode sampling) serta data yang bersifat Read Only yang dapat menjamin orisinalitas, keamanan dan integritas data untuk pengolahan menjadi informasi yang bermanfaat bagi user dan manajemen.

   5.      Automasi, pembuatan aplikasi audit yang sangat cepat dan mudah untuk melakukan automasi analisis data untuk efisiensi proses kerja.

  6.      Multi File Process, dapat digunakan untuk menangani beberapa file sekaligus, tanpa mengganggu operasional teknologi informasi yang dijalankan oleh perusahaan.

   7.      Log File Navigation, dilengkapi dengan log file untuk pencatatan proses analisis yang telah dilakukan sehingga menghasilkan suatu audit trail yang komprehensif.

   8.      Fungsi Analisis yang Lengkap, dilengkapi fungsi-fungsi analisis yang sangat lengkap yang dapat dengan mudah dikombinasikan dalam menghasilkan temuan-temuan yang tidak pernah terkirakan sebelumnya.

   9.      Pelaporan yang Handal, kemudahan untuk merancang laporan yang handal sarat informasi yang bermanfaat serta dapat dikirimkan secara otomatis via email atau integrasi ke dalam software aplikasi Crystal Report.

  10.  IT Audit, kemudahan dalam menguji integritas data dan menganalisis data yang ada di dalam database ataupun menganalisis user-user yang telah masuk ke dalam suatu jaringan/network.

UNSUR-UNSUR UTAMA  DATA  ANALISIS ACL

   1.      Commands
            Command pada ACL merupakan perintah analisis standar yang ada pada ACL seperti perintah statistik. Stratify (menstratifikasi), Aging (umur) dsb. Perintah tersebut dapat menghasilkan output dalam bentuk file, screen(layar), print dan grafik.

   2.      Expressions (Ekspresi)
            Expressions adalah pernyataan yang digunakan terutama untuk membuat filter dan computed fields. Melakukan perhitungan, menentukan kondisi logis, atau menciptakan nilai-nilai yang tidak ada pada data file. Expressions dapat diberi nama dan disimpan sebagai bagian dari suatu proyek atau digunakan langsung.
  1. Filter adalah ekspresi logika yang memungkinkan Anda memilih jenis data yang Anda ingin lihat. Sebagai contoh, Anda dapat membuat Filter yang memilih hanya records yang berada dalam rentang tanggal tertentu.
  2. Computed Fields adalah dikenal juga sebagai calculated field, adalah virtual field yang menggunakan data yang berasal dari ekspresi atau variabel tertentu. Ini tidak berisi data fisik. Sebagai contoh, Anda dapat membuat sebuah field baru yang merupakan hasil dari nilai-nilai di dua field lainnya. Anda juga dapat menyisipkan ke dalam tabel nilai tertentu seperti suku bunga atau kondisi logis..
   3.      Function
             Function adalah sesuatu yang pasti yang sudah ada dalam function di ACL dengan menggunakan variabel, untuk melaksanakan suatu perhitungan atau perintah atas data yang telah ditetapkan.

   4.      Variable
v  Interface ACL
Pada saat pertama membuka ACL, anda akan dihadapkan layar seperti dibawah ini, dengan tampilan Welcome Tab, Project Navigator, dan Status Bar.
v  Welcome Tab
Welcome Tab merupakan tampilan yang menunjukan macam-macam project yang pernah dibuat dan disimpan di ACL. Karena sistem ACL sudah menggunakan sistem seperti di website, jadi anda tinggal mengklik untuk memilihnya.
v  Project Navigator
Project Navigator merupakan tampilan dimana Tabel dan Log sedang dalam pengerjaan dalam suatu project di ACL.
v  Status Bar
Tampilan Status Bar menunjukan informasi tentang tabel yang sedang dibuka, termasuk nama tabel tersebut, number record, dan tampilan filter jika sedang diaktifkan.

Sumber :