Showing posts with label Softskill. Show all posts
Showing posts with label Softskill. Show all posts

Thursday, 31 May 2018

My Role Model

Football is one of the most popular sports in the world today, a lot of people who want to become a football athlete and play along with his idol. One of them is me, I really like football. In fact I am very eager to play with my idol and role model is Cristiano Ronaldo.

Cristiano Ronaldo is one of the best players in the world today, I really admire him because in addition to great skills in playing ball, he has also won a lot of trophy both individually and team. Cristiano Ronaldo is known as a person who does not want to have a tattoo and drink alcohol, and he does that so he can donate his blood to those in need.


Ronaldo is often donated his blood to the people in need, and he is also a good person who always greets fansnya both on and off the field. Why is Cristiano Ronaldo my role model? because he taught me even though we are above, still do not forget to look down and still help others and also not arrogant. That's what makes me proud to see Cristiano Ronaldo be my role model. And I really want to be a good person like him.

Sunday, 22 April 2018

End World Hunger

     The UN Food and Agriculture Organization reports that about 815 million people from 7.6 billion people in the world or 10.7% suffer from chronic malnutrition by 2016. Almost all hungry people live in developing countries, and there are 11 million people malnourished in the country advanced.

     There are two basic types of malnutrition / malnutrition, the first and most important of which is protein energy malnutrition (PEM). This is basically a lack of calories and protein. Food is converted to energy by humans, and the energy contained in foods is measured with calories. Protein is necessary for major body functions including provision of essential amino acids and muscle development and maintenance. Malnutriton energy protein is a more lethal form of malnutrition / famine and is a type of malnutrition called when world hunger is discussed.

     Most hungry people live in developing countries, who see a 42 percent decline in the prevalence of malnourished people between 1990-92 and 2012-14. Despite progress, about one in eight people or 13.5 percent of the total population still suffers from chronic malnutrition in the region, down from 23.4 percent in 1990-92. Some of the most densely populated areas in the world, Asia is home to two of the three malnourished people in the world.

     Famine continues to take the biggest casualties in terms of the number of people affected in South Asia covering the countries of India, Pakistan and Bangladesh. Estimates of 276 million people with chronic malnutrition in 2014-16 were only slightly lower than those in 1990-92. East Asia (where China is by far the largest country) and Southeast Asia (including Indonesia, the Philippines, Myanmar, Vietnam, and others) have reduced malnutrition.

     The year 2015 marks the end of the monitoring period for two internationally agreed targets to reduce hunger. The target for the Millennium Development Goals for developing countries as a whole is to halve the proportion of hungry by 2015 from the base year (1990s) or from 23.2% to 6.6%. Because the proportion in 2014-16 is 12.9% where the goal is almost achieved. While East Asia, Southeast Asia, and Latin America and the Caribbean region have reached the goal.

     These problems globally are climate change disruptions such as droughts and floods, as well as political crises and severe economic downturns in commodity-dependent countries.

     The farmer transformation program can be an example of a rural Entrepreneurship program for Heifer International's Heifer International Agriculture Cooperation, committed to rebuilding communities in rural areas and increasing economic opportunities.

     Farmers must be developed appropriately so that small farmers can meet their needs and prepare to produce food in the face of rapid population growth.


Sumber :

https://www.worldhunger.org/2015-world-hunger-and-poverty-facts-and-statistics/ 

Tuesday, 2 January 2018

Kerangka Kerja, Manfaat dan Pengguna COBIT

Kerangka Kerja COBIT
Kerangka kerja COBIT terdiri atas beberapa arahan/pedoman, yakni:
·         Control Objectives
Terdiri atas 4 tujuan pengendalian tingkat-tinggi (high-level control objectives) yang terbagi dalam 4 domain, yaitu : Planning & Organization , Acquisition & Implementation , Delivery & Support , dan Monitoring & Evaluation.
·         Audit Guidelines
Berisi sebanyak 318 tujuan-tujuan pengendalian yang bersifat rinci (detailed control objectives) untuk membantu para auditor dalam memberikan management assurance dan/atau saran perbaikan.
·         Management Guidelines
Berisi arahan, baik secara umum maupun spesifik, mengenai apa saja yang mesti dilakukan, terutama agar dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut :
Ø  Sejauh mana TI harus bergerak atau digunakan, dan apakah biaya TI yang dikeluarkan sesuai dengan manfaat yang dihasilkannya.
Ø  Apa saja indikator untuk suatu kinerja yang bagus.
Ø  Apa saja faktor atau kondisi yang harus diciptakan agar dapat mencapai sukses ( critical success factors ).
Ø  Apa saja risiko-risiko yang timbul, apabila kita tidak mencapai sasaran yang ditentukan.
Ø  Bagaimana dengan perusahaan lainnya, apa yang mereka lakukan.
Ø  Bagaimana mengukur keberhasilan dan bagaimana pula membandingkannya.
Manfaat dan Pengguna COBIT
Secara manajerial target pengguna COBIT dan manfaatnya adalah :
·         Direktur dan Eksekutif
Untuk memastikan manajemen mengikuti dan mengimplementasikan strategi searah dan sejalan dengan TI.
·         Manajemen
Ø  Untuk mengambil keputusan investasi TI.
Ø  Untuk keseimbangan resiko dan kontrol investasi.
Ø  Untuk benchmark lingkungan TI sekarang dan masa depan.
·         Pengguna
Untuk memperoleh jaminan keamanan dan control produk dan jasa yang dibutuhkan secara internal maupun eksternal.
·         Auditors
Ø  Untuk memperkuat opini untuk manajemen dalam control internal.
Ø  Untuk memberikan saran pada control minimum yang diperlukan.

Sumber :

Wednesday, 1 November 2017

ACL Software Tools

Fitur dan kemampuan ACL Software Tools:

   1.      Universal Data Access, yaitu dapat mengakses data dari hampir semua jenis database yang ada (DBF, XLS, Text File, report file, Oracle, SQL, DB2, AS/400 FDF, COBOL, dsb) dan semua platform(PC, minicomputer, dan mainframe).

   2.      Jumlah Data Besar, yaitu kemampuan dalam mengakses dan memproses data dalam jumlah yang sangat besar (hingga ratusan juta record).

  3.      Kecepatan Waktu Proses, kemampuannya untuk memproses dalam waktu yang singkat walaupun data yang diproses dalam jumlah yang besar.

   4.      Integritas Data, dengan kemampuan mengakses database 100% (tanpa metode sampling) serta data yang bersifat Read Only yang dapat menjamin orisinalitas, keamanan dan integritas data untuk pengolahan menjadi informasi yang bermanfaat bagi user dan manajemen.

   5.      Automasi, pembuatan aplikasi audit yang sangat cepat dan mudah untuk melakukan automasi analisis data untuk efisiensi proses kerja.

  6.      Multi File Process, dapat digunakan untuk menangani beberapa file sekaligus, tanpa mengganggu operasional teknologi informasi yang dijalankan oleh perusahaan.

   7.      Log File Navigation, dilengkapi dengan log file untuk pencatatan proses analisis yang telah dilakukan sehingga menghasilkan suatu audit trail yang komprehensif.

   8.      Fungsi Analisis yang Lengkap, dilengkapi fungsi-fungsi analisis yang sangat lengkap yang dapat dengan mudah dikombinasikan dalam menghasilkan temuan-temuan yang tidak pernah terkirakan sebelumnya.

   9.      Pelaporan yang Handal, kemudahan untuk merancang laporan yang handal sarat informasi yang bermanfaat serta dapat dikirimkan secara otomatis via email atau integrasi ke dalam software aplikasi Crystal Report.

  10.  IT Audit, kemudahan dalam menguji integritas data dan menganalisis data yang ada di dalam database ataupun menganalisis user-user yang telah masuk ke dalam suatu jaringan/network.

UNSUR-UNSUR UTAMA  DATA  ANALISIS ACL

   1.      Commands
            Command pada ACL merupakan perintah analisis standar yang ada pada ACL seperti perintah statistik. Stratify (menstratifikasi), Aging (umur) dsb. Perintah tersebut dapat menghasilkan output dalam bentuk file, screen(layar), print dan grafik.

   2.      Expressions (Ekspresi)
            Expressions adalah pernyataan yang digunakan terutama untuk membuat filter dan computed fields. Melakukan perhitungan, menentukan kondisi logis, atau menciptakan nilai-nilai yang tidak ada pada data file. Expressions dapat diberi nama dan disimpan sebagai bagian dari suatu proyek atau digunakan langsung.
  1. Filter adalah ekspresi logika yang memungkinkan Anda memilih jenis data yang Anda ingin lihat. Sebagai contoh, Anda dapat membuat Filter yang memilih hanya records yang berada dalam rentang tanggal tertentu.
  2. Computed Fields adalah dikenal juga sebagai calculated field, adalah virtual field yang menggunakan data yang berasal dari ekspresi atau variabel tertentu. Ini tidak berisi data fisik. Sebagai contoh, Anda dapat membuat sebuah field baru yang merupakan hasil dari nilai-nilai di dua field lainnya. Anda juga dapat menyisipkan ke dalam tabel nilai tertentu seperti suku bunga atau kondisi logis..
   3.      Function
             Function adalah sesuatu yang pasti yang sudah ada dalam function di ACL dengan menggunakan variabel, untuk melaksanakan suatu perhitungan atau perintah atas data yang telah ditetapkan.

   4.      Variable
v  Interface ACL
Pada saat pertama membuka ACL, anda akan dihadapkan layar seperti dibawah ini, dengan tampilan Welcome Tab, Project Navigator, dan Status Bar.
v  Welcome Tab
Welcome Tab merupakan tampilan yang menunjukan macam-macam project yang pernah dibuat dan disimpan di ACL. Karena sistem ACL sudah menggunakan sistem seperti di website, jadi anda tinggal mengklik untuk memilihnya.
v  Project Navigator
Project Navigator merupakan tampilan dimana Tabel dan Log sedang dalam pengerjaan dalam suatu project di ACL.
v  Status Bar
Tampilan Status Bar menunjukan informasi tentang tabel yang sedang dibuka, termasuk nama tabel tersebut, number record, dan tampilan filter jika sedang diaktifkan.

Sumber :

Wednesday, 11 October 2017

Audit Sistem Informasi

1.     Pengertian Audit Sistem Informasi
Audit Sistem Informasi (Informatin System Audit) adalah proses pengumpulan data dan pengevaluasian bukti-bukti untuk menentukan apakah suatu sistem aplikasi komputerisasi telah menetapkan dan menerapkan sistem pengendalian internal yang memadai, semua aktiva dilindungi dengan baik atau disalahgunakan serta terjaminnya integritas data, keandalan serta efektifitas dan efesiensi penyelenggaraan sistem informasi berbasis komputer (Ron Weber 1999:10).

2.     Jenis-jenis Audit Sistem Informasi
Audit sistem informasi dapat digolongkan dalam tipe atau jenis-jenis audit sebagai berikut.

a.      Audit Laporan Keuangan (Financial Statement Audit)

Adalah audit yang dilakukan untuk mengetahui tingkat kewajaran laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan (apakah sesuai dengan standar akuntansi keuangan serta tidak menyalahi uji materialitas). Apabila sistem akuntansi organisasi yang diaudit merupakan sistem akuntansi berbasis komputer, maka dilakukan audit terhadap sistem informasi akuntansi apakah proses/mekanisme sistem dan program komputer telah sesuai, pengendalian umum sistem memadai dan data telah substantif.

b.      Audit Operasional (Operational Audit)

Audit terhadap aplikasi komputer terbagi menjadi tiga jenis, antara lain:

1.         Post implementation Audit (Audit setelah implementasi)

Auditor memeriksa apakah sistem-sistem aplikasi komputer yang telah diimplementasikan pada suatu organisasi/perusahaan telah sesuai dengan kebutuhan penggunanya (efektif) dan telah dijalankan dengan sumber daya optimal (efisien). Auditor mengevaluasi apakah sistem aplikasi tertentu dapat terus dilanjutkan karena sudah berjalan baik dan sesuai dengan kebutuhan usernya atau perlu dimodifikasi dan bahkan perlu dihentikan.
Pelaksanaan audit ini dilakukan oleh auditor dengan menerapkan pengalamannya dalam pengembangan sistem aplikasi, sehingga auditor dapat mengevaluasi apakah sistem yang sudah diimplementasikan perlu dimutakhirkan atau diperbaiki atau bahkan dihentikan apabila sudah tidak sesuai kebutuhan atau mengandung kesalahan.

2.         Concurrent audit (audit secara bersama)

Auditor menjadi anggota dalam tim pengembangan sistem (system development team). Mereka membantu tim untuk meningkatkan kualitas pengembangan sistem yang dibangun oleh para sistem analis, designer dan programmer dan akan diimplementasikan. Dalam hal ini auditor mewakili pimpinan proyek dan manajemen sebagai quality assurance.

3.         Concurrent Audits (audit secara bersama-sama)

Auditor mengevaluasi kinerja unit fngsional atau fungsi sistem informasi (pusat/instalasi komputer) apakah telah dikelola dengan baik, apakah kontrol dalam pengembangan sistem secara keseluruhan sudah dilakukan dengan baik, apakah sistem komputer telah dikelola dan dioperasikan dengan baik. 

Dalam mengaudit sistem komputerisasi yang ada, audit ini dilakukan dengan mengevaluasi pengendalian umum dari sistem-sistem komputerisasi yang sudah diimplementasikan pada perusahaan tersebut secara keseluruhan.
Saat melakuan pengujian-pengujian digunakan bukti untuk menarik kesimpulan dan memberikan rekomendasi kepada manajemen tentang hal-hal yang berhubungan dengan efektifitas, efisiensi, dan ekonomisnya sistem.

3.     Tujuan Audit Sistem Informasi
Empat tujuan utama mengapa perlu dilakukannya audit sistem informasi yaitu:

1.      Mengamankan asset

Asset (aktiva) yang berhubungan dengan instalasi sistem informasi mencakup: perangkat keras, perangkat lunak, fasilitas, manusia, file data, dokumentasi sistem, dan peralatan pendukung lainnya. Sama halnya dngan aktiva – aktiva lainnya, maka aktiva ini juga perlu dilindungi dengan memasang pengendalian internal. Perangkat keras bisa rusak karena unsur kejahatan ataupun sebab-sebab lain. Perangkat lunak dan isi file data dapat dicuri. Peralatan pendukung dapat dihancurkan atau digunakan untuk tujuan yang tidak diotorisasi. Karena konsentrasi aktiva tersebut berada pada lokasi pusat sistem informasi, maka pengamanannya pun menjadi perhatian dan tujuan yang sangat penting.

2.      Menjaga integritas data

Integritas data merupakan konsep dasar audit sistem informasi. Integritas data berarti data memiliki atribut: kelengkapan (completeness), sehat dan jujur (soundness), kemurnian (purity), ketelitian (veracity). Tanpa menjaga integritas data, organisasi tidak dapat memperlihatkan potret dirinya dengan benar akibatnya, keputusan maupun langkah-langkah penting di organisasi salah sasaran karena tidak didukung dengan data yang benar.

3.      Menjaga efektivitas sistem

Sistem informasi dikatakan efektif hanya jika sistem tersebut dapat mencapai tujuannya. Untuk menilai efektivitas sistem, auditor sistem informasi harus tahu mengenai kebutuhan pengguna sistem atau pihak-pihak pembuat keputusan yang terkait dengan layanan sistem tersebut. Selanjutnya, untuk menilai apakah sistem menghasilkan laporan / informasi yang bermanfaat bagi penggunanya, auditor perlu mengetahui karakteristik user berikut proses pengambilan keputusannya.
4.      Mencapai efisiensi sumber daya
Suatu sistem sebagai fasilitas pemrosesan informasi dikatakan efisien jika ia menggunakan sumber daya seminimal mungkin untuk menghasilkan output yang dibutuhkan. Efisiensi sistem pengolahan data menjadi penting apabila tidak ada lagi kapasitas sistem yang menganggur.

4.     Perusahaan yang sudah menggunakan Audit Sistem Informasi

Secara umum perusahaan-perusahaan besar telah menggunakan Audit Sistem Informasi, bahkan tidak hanya perusahaan swasta pemerintahan pun juga menggunakan Audit Sistem Informasi. Berikut adalah contoh perusahaan yang menggunakan Audit Sistem Informasi:
·         WiKA
·         Dinas Penerangan Angkatan Laut
·         LAPAN
·         Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
·         ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya)
·         PremiAir Indonesia
·         IndoExpress.co.id
·         Dan Lain-lain


Sumber :

Sunday, 11 June 2017

Pengantar Animasi & Desain Grafis



Kelompok 4 

Kelas 3KA17


Nama Kelompok :
1.      Arif Prasetyo                   ( 11114595 )
2.      Lauza Illaddini                ( 16114007 )
3.      Mohamad Yudana H.     ( 16114768 )
4.      Rizki Arif Darmawan     ( 19114608 )
5.      TB. Putra Dwi P.             ( 1A114687 )



                     HYPERSTUDIO

A.      Definisi

Hyperstudio adalah perangkat lunak kreativitas yang didistribusikan oleh software MacKiev. Awalnya dibuat oleh Roger Wagner pada tahun 1989 sebagai Hyperstudio 1.0 untuk Apple IIGS, kemudian versi yang baru diperkenalkan untuk Mac dan Windows. Ini dapat digambarkan sebagai alat authoring multimedia, dan ini metode yang relatif sederhana untuk menggabungkan beragam media. Sekarang telah dipasarkan oleh Software MacKiev sebagai “versi 5.1” yang ditujukan terutama untuk pasar pendidikan.

Program yang termasuk dalam kelompok hyperstudio (multimedia) ini biasanya digunakan untuk membuat sebuah karya dalam bentuk Multimedia berisi promosi, profil perusahaan, maupun yang sejenisnya dan dikemas dalam bentuk CD maupun DVD. Multimedia tersebut dapat berisi film/movie, animasi, teks, gambar, dan suara yang dirancan sedemikian rupa sehingga pesan yang disampaikan lebih interktif dan menarik.


B.      Peranan

Digunakan untuk promosi, profil perusahaan, maupun sejenisnya yang dikemas dalam bentuk CD atau DVD. Dapat berisi film/movie, animasi, teks, gambar, dan suara yang dirancan sedemikian rupa sehingga pesan  yang disampaikan lebih interaktif dan menarik.


C.      Spesifikasi HyperStudio 5.0

a)      Windows Edition
Minimum System Requirements:
Ø  System: Windows XP Service Pack 3 or later, including Windows 10
Ø  Processor: 1.5 GHz Intel or equivalent
Ø  Memory: 512 MB RAM
Ø  Video Adapter: 100% DirectX 9.0c compatible
Ø  Display: 800 x 600, 16-bit color
Ø  Free Hard Disk Space: 700 MB


b)      Mac Os
Minimum System Requirements:
Ø  System: Mac OS X 10.4.11 or later, including macOS Sierra 10.12
Ø  Processor: G4 400 MHz or faster, including Intel-based Mac computers
Ø  Memory: 256 MB RAM
Ø  Display: 800 x 600, Millions of Colors
Ø  Free Hard Disk Space: 800 MB


D.      Fitur HyperStudio 5.0

Includes:
·         1300+ Clipart graphics
·         500+ Background images
·         200+ Animations
·         280+ Sounds
·         30+ Movies, including semi-3D QTVR objects and panoramas

E.       Format Import

v  Graphics: PDF, PNG, JPEG, TIFF, GIF, BMP, PICT, PSD
v  Icons: ICO, CUR, ICNS
v  Sounds: MP3, AAC, WAV, AIFF, M4A, M4B, M4P, SND, CDDA, AU
v  Movies: MOV, AVI, MPEG, QTVR

F.       Tools-tools HyperStudio 5.0

1)      Arduino Support

Integrate Arduino devices into your projects.

2)      "Green Screen" Movies

Bring different backgrounds to your movies using "green screen" transparency.

3)      Text Actions

Compare and move text between text objects, and read and write text to and from files without requiring any scripting! Save written essays and quiz results, and compare entered text to desired answers.

4)      Snap-To Feature

Snap-to feature allows your audience to associate objects that snap magnetically into place.

5)      Path Animation

Path animation offers you the ability to completely customize the paths that objects travel in your stories.

6)      Animation with Onion Skin Views

Show the semitransparent image of the previous card, the next card, or both superimposed on the card with which you are currently working.

7)      Podcasting Support

Export any project to iTunes® in iPad®/iPod®/iPhone® video format.

8)      Narration Option for Videos

Make QuickTime® movies with audio narration.

9)      Keynote® Integration

Import presentations created in Keynote.

10)   iTunes Integration

Select music from iTunes.

G.     Tampilan Awal HyperStudio 5.0





H.     Penerapan Software HyperStudio 5.0




                                      





DAFTAR PUSTAKA